Showing posts with label fabel. Show all posts
Showing posts with label fabel. Show all posts

Semut Hitam Si Pantang Menyerah

Ciptaan : Wijana Pramestia

Diceritakan jauh dalam belantara terdapat banyak sekali hewan didalamnya dengan berbagai cerita kehidupan mereka yang unik dang bisa kita saksikan, seperti cerita tentang kawanan semut hitam yang selalu bekerja bersama dalam membangun sarang mereka, mereka selalu bekerja keras dalam kesehariannya.
Baca juga : sikepik penari
Dikabarkan ketika satu semut yang terpisah dari kawannya disaat mencari ranting dan daun kering untuk membangun istana kesayangannya, karena saking semangatnya dia mencari bahan yang digunakan untuk sarangnya dia pun tersesat dan tidak tahu jalan untuk kembali.
"Aduuuh dimana ini??saking jauhnya aku mencari daun kering sampai terpisah dengan kawananku" ujar sang semut sembari membawa daun kering yang telah dia kumpulkan, dia terus berjalan tanpa lelah mencari jalan untuk kembali ke kawanannya selain itu dia pun membawa daun yang ukurannya dua kali lipat dari badannya sendiri, makin dia melangkah bukannya kawanan yang dia temukan namun malah makin jauh kedalam hutan yang sangat luas, dia menengok kanan dan kiri, dia mulai bingung dan hampir hilang semangat untuk melanjutkan perjalanannya, namun dia teringat akan kawan-kawanya yang lain yang selalu semangat membangun sarangnya, dia pun bangkit dan melangkahkan kakinya dengan beban berat pada tubuhnya.
Baca juga : kisah ulat dan lebah
"Aku harus tetap berusaha, teman-temanku pasti sedang menungguku, aku ga boleh putus asa" dengan semangat yang luar biasa sang semut kembali pada perjalanannya, semakin dia berjalan makin banyak pula hal yang dia temui di dalam hutan.
Pada pertengahan hutan dia bertemu dengan seekor katak yang sedang ada di pinggir sungai, dia pun berusaha untuk bertanya kepada sang katak untuk memberi tahu arah dan tujuan sang semut untuk kembali ke sarangnya.
"Hai katak maukah kau menolongku??aku tersesat dari kawananku dan aku tidak tahu jalan pulang, apa kamu tahu kemana jalan menuju sarang semut di belantara ini?"
Katak yang mendengar suara semut langsung meliriknya, dalam pikirnya semut ini akan ku makan, namun sang katak yang jahat ini berpikir jika dia langsung menerjangnya maka sang semut akan lari dan dia tidak akan mendapatkan santapannya, dia pun berusaha menyesatkan sang semut kedalam hutan yang lebih jauh agar dia kelelahan dan membuat katak mudah untuk memangsanya.
"Ooh sarang semut ya, aku tahu jalan menuju ke sana, coba kamu terus berjalan lagi ke arah dalam hutan nanti kamu pasti menemukannya, dari sini lurus aja terus mut" ujar sang katak.
Semut yang mendengar perkataan sang katak pun melaju melangkahkan kakinya mengikuti saran dari sang katak, dan dibelakang semut katak mengendap-endap mengikuti sang semut menunggu kesempatan untuk memangsanya.
Semakin jauh melangkah semut semakin masuk jauh dari sarangnya, namun sang semut tidak pernah berhenti karena dalam hatinya ada semangat yang sangat besar yang membuatnya tidak pernah lelah, dia terus berjalan menyusuri hutan sampai pada suatu tempat yang dia sendiri merasa takut, tempat tersebut yaitu sarang ular.
"Astaga ini kan sarang ular, aduh gimana ini" gumam sang semut sembari terdiam, sang katak yang mengikutinya melihat semut terdiam dan dia pun berpikir kalau semut sudah kelelahan
"Nah dia sudah lelah nampaknya, ini kesempatanku" karena kerakusannya tanpa pikir panjang katak melompat menerjang ke arah semut yang berada di depan sarang sang ular. Namun alangkah kagetnya dia karena saat dia melompat tubuhnya langsung di sambar sang ular yang ada di dalam sarangnya.
"Haaaaaaap" sang katak langsung dimangsa oleh sang ular. Sang semut ketakutan melihat sang ular keluar dari sarangnya dia memohon kepada sang ular agar tidak memangsanya.
"Jangan mangsa aku ular aku mohon, aku hanya ingin kembali ke kawanan ku" pinta sang semut pada sang ular, sang ular yang telah kenyang memangsa sang katak pun tertawa.
" hahahaha, tentu tidak semut aku tak makan semut, lagipula aku sudah memakan katak yang akan memangsa mu tadi" ucap sang ular
"Katak?? Maksudmu katak sungai yang memberitahuku jalan kemari?" Tanya sang semut
"Hahaha dia ingin membuat mu lelah agar dapat memangsamu namun kamu malah membawanya kepadaku, aku ucapkan terima kasih untuk makan siang yang engkau bawa padaku" ucap sang ular.
"Jadi dia menipuku?" Tanyanya lagi
"Nampaknya begitu,nah sebagai ucapan terimakasih untuk makan siangnya naik lah ke tubuh ku akan ku antar kamu ke sarangmu yang sebenar-benarnya" ajak sang ular.
Sang ular pun membawa sang semut menuju kembali kepada kawanannya dengan selamat, didekat sarang sang semut ularpun berpisah dengan sang semut, dengan semangat yang luar biasa sang semut pun dapat kembali membawa bahan untuk membuat sarang pada kawanannya. Tamat.

Baca juga :: ayam jantan dan kerbau pemalas

Read more

Sang Kepik Penari

Ilustrasi Kepik
Ciptaan :: Wijana Pramestia

Disebuah hutan yang rimbun dan damai terlihat banyak sekali hewan yang hidup dan berkeliaran di dalamnya, mereka berlari, bergelantungan dan terbang kesana kesini untuk mencari makanan yang mereka suka, namun ada satu hewan yang terlihat duduk sendiri di rimbunnya rerumputan sambil termenung, dia adalah kepik yang sedang murung duduk sendiri, lalu beberapa saat kemudian belalang yang sedang melompat-lompat melihat kepik yang sedang murung dan dia pun datang menghampiri sang kepik.

"Hei kepik,kamu kenapa kawan???kok murung gitu, ga cari makan??" tanya sang belalang
"Ahh ga knapa-knapa belalang hanya bosan saja???" jawab sang kepik
"Hmmm kamu ga lapar gitu??" tanya belalang lagi
"Enggak bro,gih duluan aja cari nectar bunganya,nanti aku nyusul deh" ucap kepik kepada belalang
"Yaudah deh kalo gitu, aku duluan ya kepik, jangan murung gitu dong, harus semangat" ujar belalang sambil melompat-lompat kembali keatas bunga untuk mencari makanan.
Kepik yang melihat belalang pergi mencari makan pun menghela nafasnya dan dia pun berkata sendiri.
"Sjujurnya aku ingin sekali mencari makan sambil menari namun entah mengapa musik yang selalu ku dengar disaat aku mencari makan kini ga kedengaran lagi,itu membuat hatiku gundah, tapi gimana ngomongnya yah, malu aku kalo ngomong ama belalang" ucap kepik
" tapi yaudahlah mungkin nanti juga musik itu kedengeran lagi" ucap sang kepik sambil terbang menuju bunga untuk mencari makan.
Hari ini telah menuju senja namun kepik masih saja belum bisa mendengarkan musik yang selalu mengiringinya di setiap hari, kepik pun merasa sangat sedih dan murung karena dia tidak bisa menari tanpa iringan musik tersebut. Dia merasa sangat hampa saat tidak dapat menari, dia bulak balik mencari sumber musik yang selalu mengiringinya, namun dia tetap tidak bisa menemukan suara apapun.
Ketika kepik sibuk mencari-cari suara yang dia inginkan belalang yang tinggal disana terlihat bertanya-tanya melihat kelakuan sang kepik.
"Si Kepik lagi ngapain?? Mundar mandir terus??" ujar sang belalang.
Karena heran dengan kelakuan sang kepik, belalang pun memutuskan untuk menghampiri sang kepik
"Hei Kepik, kamu lagi ngapain, bulak-balik aja dari tadi???" tanya sang belalang
"Ga ngapangapain Belalang cuman pengen jalan-jalan aja" jawab Kepik pada belalang
Kepik tetap tidak mau jujur kepada belalang karena dia malu jika berkata dia suka menari saat mencari makan dan saat ini musik yang selalu mengiringinya kini hilang.
"Hmmm yang bener Kepik???aku ragu jangan-jangan kamu boong ya??? Udah jujur aja" tanya belalang lagi pada Kepik
"Hah??boong, masa sih aku boong belalang, kita kan sahabat masa aku boongin kamu" jawab Kepik tetap bersikeras tidak mau jujur pada Belalang
"Aku ga percaya ah, karna kamu tidak biasanya seperti ini, kamu itu periang senang menari bahkan saat mencari makan pun begitu, tapi hari ini kamu aneh, murung terus-terusan dari pagi sampai petang" tanya Belalang bersikeras kepada kepik
"Serius kawan aku ga boong" jawab kepik
"Kalo kamu ga jujur aku ga mau lagi jadi temen kamu lagi" ancam Belalang
"Engga Belalang,ga ada apa-apa beneran deh" jawab Kepik berbohong lagi
"Yaudah kalo gitu kita ga usah temenan lagi, karena aku ga mau punya teman pembohong" ujar Belalang sambil bersiap melompat pergi, namun ketika Belalang akan bergegas pergi Kepik pun berteriak pada Belalang
"Jangan kawan, jangan tinggalin aku" teriak Kepik
"Ngapain bareng-bareng ama pemboong kayak kamu" jawab Belalang lagi
"Iya iya aku jujur deh, maafin aku Belalang" ucap Kepik menyesal
"Nah gitu dong, dari tadi aja padahal mah jujurnya, jadi kamu kenapa murung terus sejak tadi pagi???" ucap Belalang
"Sejujurnya aku sedih saat ga mendengar musik yang selalu aku dengar sejak tadi pagi" jawab sang Kepik
"Musik??? Musik apa kawan" tanya Belalang lagi
"Musik loh, yang selalu ku dengar saat aku mencari makan di tiap pagi, dan yang mengiringi ku tidur di saat malam" jawab Kepik
"Hmmm kalau boleh aku tahu, gimana sih suara musiknya" tanya sang Belalang
"Gini loh suaranya tuh, krik krik krik krik" jawab Kepik kepada Belalang
"Hah, suara apa itu???" tanya Belalang pada Kepik
"Aku juga ga tau kawan,suara apa itu" jawab sang Kepik kepada sang belalang
"Hmmm suara apa ya itu, aku pun bingung, aaah gimana kalo kita tanya ulat saja, mungkin saja dia tahu itu suara apa" jawab Belalang memberi gagasan pada Kepik
"
Akhirnya mereka berdua pun pergi menemui sang ulat untuk bertanya tentang musik yang selalu didengar oleh sang Kepik.
Sesampainya di tempat sang ulat kepik pun mulai bercerita semua yang telah terjadi dari awal dia senang bernyanyi sampai dia mulai tidak mendengar musik yang ia gemar dengarkan.
"Oooh Kepik mungkin suara yang sering kamu dengarkan itu suara dari jangkrik" ujar ulat
"Jangkrik??" heran kepik
"Tapi kalau itu memang suara jangkrik, lalu kenapa suaranya menghilang" tanya Kepik lagi pada sang Ulat
"Nah kalau itu aku ga tau juga Kepik,baiknya sih kita langsung saja ke sarang jangkrik biar kita tahu kenapa suaranya menghilang" ujar Ulat
"Baik lah kawan kalo begitu ayo kita bergegas" ajak sang Belalang
Sesampainya Kepik dan belalang disarang Jangkrik mmereka dikagetkan dengan keadaan Jangkrik yang terkulai lemas.
"hei Jangkrik kamu tidak apa apa??" tanya kepik
"Kepik ayo kita bawa Jangkrik pada ulat mungkin dia tahu kenapa Jangkrik seperti ini" ujar Belalang kepada Kepik.
Setelah mereka berdua mendapati keadaan Jangkrik, mereka pun bergegas pergi menuju ulat yang sedang bersantai, bertapa terkejutnya ulat saat melihat sang Jangkrik dalam keadaan yang sangat menyedihkan.
"Kepik, Belalang ada apa dengan Jangkrik??"
"kami pun tidak tahu Ulat, apa kamu bisa menyembuhkan Jangkrik??"
"sebentar, biar aku lihat dulu keadaannya" ujar Ulat
setelah beberapa saat Ulat memperhatikan keadaan Jangkrik, Ulat pun datang menghampiri Kepik dan Belalang yang sedang menunggu dengan cemas.
"Untunglah, kalian datang tepat waktu, kita dapat menyelamatkan Jangkrik" 
"katakan Ulat bagaimana kita dapat menyelamatkan Jangkrik??" tanya sang Kepik
"baiklah yang perlu kalian lakukan hanyalah mengambil beberapa sari bunga untuk Jangkrik, karena nampaknya Jangkrik tidak bernyanyi karena kehabisan makanan" ucap sang Ulat
"Oke tunggu sebentar akan aku ambilkan" ucap sang Kepik
Setelah beberapa kali kepik mengambil sari bunga untuk sang Jangkrik, akhirnya sang jangkrik pun sadar.
"Dimana aku ?" tanya sang Jangkrik
"Kamu ada dirumah ku Kawan" Jawab sang Ulat kepada Jangkrik
"Apa yang terjadi padaku?" Tanyanya lagi
"Kamu kelelahan kawan, makanya kamu sampai pingsan seperti ini, kamu harusnya menjaga kesehatan mu kawan" Ucap Ulat
"Lihat disini sudah ada Kepik dan Belalang yang menunggu kamu untuk bernyanyi lagi, makanya kalau kamu sakit maka mereka akan sangat sedih" ucap ulat
"Terima kasih Kepik, Belalang, dan Ulat aku akan berusaha agar bisa bernyanyi lagi agar kalian bisa menari lagi" ucap Jangkrik semangat.
Setelah jangkrik dirawat oleh ulat dan Kepik dia pun mulai sehat kembali dan setelah beberapa hari Jangkrik pun sudah mulai bisa bernyanyi lagi.
Kepik sangat senang sekali mendengarkan nyanyian dari sang jangkrik, dia menari dan terbang kesana kesini bersama kawannya Belalang dan sang Ulat.

Tamaaat.

Nah untuk kalian yang membaca, hati hati jangan keasikan baca sampai lupa makan nanti kalian sakit seperti jangkrik, Jangan Lupa makan yaaa ^^.

Read more

Animal story :: a humble goat

Once upon a time in a greats plain,live a little goat whose eating grass with two other friend,and they are is a bull and a Buffalo.
A goat getting along with em even sometimes they're always picking on him,because he realize he can't survive in this greats plain without a friend who can share a food with him.
buffalo :: "hey goat,let's eat @ the river side,there's a lot of delicious Grass.
Goat. :: hmm riverbank is dangerous Buffalo, theres crocodile living @ river,I think we shouldn't going there, let's just eat here,grass over here is delicious too I think.
Buffalo :: oh come on,don't be scare with crocodile,I've already bored with this grass.come let's go there...
Goat :: don't go Buffalo you'll gonna be eaten by crocodile if you go there,just be grateful dude,let's eat here.
Buffalo :: ah I won't goat,if u won't come,then I'll go by myself,bye goat,I'll gonna eat delicious grass by my self and I won't share it with you.
After saying few word the gluttony buffalo go by him self to riverbank and didn't listen to what goat say
Goat :: oh no, its really dangerous,Buffalo gonna be eaten by crocodile if he going there,I should help him.
But how he gonna help him,his body is too little to fight with crocodile even crocodile gonna eat him along with Buffalo if he going there...
Goat :: what should I do,what should I do..ahhh I get it ,I think its will be better if I ask for bull help,I hope he willing to help Buffalo.
Finally after goat got an idea to asking bull for helping Buffalo,he run as fast as he can to where bull was right there.
Read more

Dongeng Anak :: Cerita Monyet Pemalas Dan Bangau Pemberi Kabar

Disuatu Hutan yg rimbun dengan banyak pepohonan hiduplah seekor monyet yang sangat malas,dia tidak pernah mau untuk mencari makanan ataupun pergi dari rumahnya untuk bertemu dengan hewan lainnya, karena rumah tempat dia tinggal sangatlah
Read more

Dongeng Anak Terbaru :: Kancil Malas dan Pencuri Makanan

Disebuah hutan nan jauh disana, terdapat seekor kancil pemalas yang sering mencuri sayuran milik petani, dia sering meninggalkan hutan untuk mencuri berbagai sayur diladang pak tani, terkadang dia mencuri sawi terong, kol dan wortel, dia sangat merugikan para petani, karena itu para petani mulai waspada dengan kelakuan kancil, mereka tahu bahwa kancil itu sangat cerdik, maka mereka pun memasang banyak sekali jebakan diladang mereka agar tidak dicuri lagi oleh kancil pencuri itu.
Di hari itu kancil sedang berjalan jalan dihutan, dan ketika dia berjalan dihutan dia berpapasan dengan kelinci yang sedang menanam wortel dan cabai di kebunnya.
"hai kelinci kamu sedang apa?" tanya sang kancil
"halo kancil, aku sedang menanam wortel dan cabai agar aku tidak kelaparan bila persediaan makanan di hutan sudah mulai menipis" jawab sang kelinci
"menanam?? cape dong kelinci, mending kamu ikut aku saja, kita mengambil saja di ladang petani" ajak kancil pada kelinci
Read more

Dongeng anak terbaru :: Menyebrang Pulau bersama kura kura dan paus

kura kuraDisuatu hutan nan jauh disana, terdapat banyak sekali hewan hewan yang sedang berkumpul, mereka sedang berdiskusi tentang rusak dan gundulnya hutan karena kebakaran hutan dan penebangan hutan di ahkhir kemarau ini, hal ini membuat semua penduduk hutan resah, karena biasanya jika gunung mulai gundul sering sekali longsor dan banjir terjadi.Singa yang jadi raja hutan pun bingun bagaimana caranya agar dapat menyelamatkan rakyatnya dari situasi ini, dia pun mulai memanggil beberapa hewan kepercayaannya yang sering dia ajak berdiskusi untuk membereskan permasalahan yang terjadi di hutan.


Read more

Dongeng anak terbaru :: Ayam Jantan Dan Kerbau Pemalas.

Disebuah desa yang tenang terdapat sebuah rumah kecil dan sederhana, rumah itu adalah rumah milik pak petani, didekat rumah pak tani terdapat kandang kerbau, dan di dekat kandang sang kerbau terdapat kandang ayam jantan.
Sang Ayam jantan selalu bangun di pagi hari, dan dia selalu berkokok dengan gagahnya disetiap pagi.
"kukuruyuuuuuuuuk, kukuruyuuuuuk" kokok sang ayam
namun sang kerbau selalu terganggu dengan kokok sang ayam, dia selalu mengeluhkan tentang hal itu
"hmmmm dasar ayam tidak mengerti kalau saya sedang enak enaknya tidur, mengganggu saja" gumam sang kerbau.
Setelah sang ayam jantan berkokok, selalu terdengar suara langkah dari sang petani dan menghampiri kandang kerbau.
"nah kerbau ini sudah pagi sudah waktunya kita pergi ke sawah" ajak pak tani kepada kerbau
"tuh kan pak tani jadi bangun, aduh jadi harus ke sawah pagi pagi" keluh kerbau lagi.
Read more

Dongeng anak terbaru :: Belajar Berenang Bersama Katak

ilustrasi katak
Ciptaan :: Wijana Pramestia

Disebuah danau yang indah tinggalah Kura-Kura yang sudah tua dan baik hati dia tinggal bersama cucunya kura Kura juga,kura kura kecil ini belum bisa berenang dan dia merengek kepada kakeknya agar bisa berenang seperti kakek,kakeknya merupakan perenang handal namun kakek nya tidak terlalu pintar dalam mengajarkan kura2 kecil ini untuk berenang.
"kek apa gerakan ku sudah benar??" tanya sang cucu
"hmmm sudah benar kok, tapi kenapa kamu tidak bergerak ya?" ucap sang kakek bingung
"oh masa??aduuhh berarti salah dong kek" ucap sang cucu
Mereka pun merasa kebingungan.dan sang kakek pun mempunyai ide yang sangat pintar.
"Sudah cu, ayo kita pergi sekarang,untuk menemui teman kakek, dia pasti bisa membantumu untuk berenang lebih handal, dia perenang yang hebat dan juga guru yang baik cu" ujar sang kakek kura kura pada cucunya.
"hmmm apa benar dia bisa berenang sehebat kakek??" ucap sang cucu
"iya tentu saja, dia hebat loh mengajarkan berenang" ucap kakek.



Mereka pun berjalan mengitari danau tempat mereka tinggal, sampai mereka menemukan sebuah sungai kecil di dekat danau tersebut.
"hmmm guru itu tinggal disungai ini?" tanya sang cucu
"iya nak, memangnya kenapa??" jawab sang kakek
"ini kan kecil sekali sungainya, apa benar teman kakek itu sangat pintar berenang sedangkan dia tinggal disungai yang sangat kecil ini??" ujar sang cucu meremehkan
" eehh jangan begitu cu, kamu lihat saja kamu pasti bisa berenang jika diajarkan olehnya" ujar sang kakek.
mereka pun menelusuri sungai kecil itu, dan terhenti di sebuah belokan sungai yang lumayan besar.
"nah disini , tempat kawan kakek tinggal,kamu tinggal tunggu disini kakek mau panggilkan dulu kawan kakek" ujar sang kakek.
"baik kek aku akan menunggu disini" seru sang cucu.
sang cucu mulai menunggu di dekat sungai, sambil menyentuh aliran sungai,memang sungai yang dia sentuh itu tidaklah besar namun aliran sungai itu sangatlah deras dan dapat menghanyutkan sang cucu kura- kura bila berenang disana.
Setelah beberapa saat sang cucu kura kura menunggu, dia pun melihat sang kakek datang dengan katak kecil ada di atas tempurung kakeknya,
"kek lihat diatas tempurungmu ada katak" ucap sang cucu pada kakeknya.
"hahahaha, ini teman kakek yang kakek ceritakan padamu nak" ucap sang kakek pada sang cucu.
"ooooh jadi ini yang akan menjadi guru berenang??" tanya sang cucu kura kura
"Iya nak, inilah yang akan jadi gurumu, sekaligus dia ini teman baik kakek" ucap sang kakek
"oooh ini cucumu itu" tanya sang katak pada kakek kura kura
"iya kawan, dia cucuku, kau mau mengajarkannya berenang kan??" ucap kakek kura kura pada katak.
"tentu saja, bila dia saudaramu berarti saudaraku juga" ucap sang katak pada kakek kura kura.
Namun cucu kura kura tidak terlalu percaya pada sang katak, karena dia pikir katak yang kecil seperti ini apa benar dia bisa mengajarkan cucu kura kura yang besarnya hampir sama dengan sang katak.
dan pelajaran untuk sang cucu kura kura pun dimulai, katak mulai menunjukan keahliannya berenang di sungai yang deras itu, dan benar saja katak sangat ahli dalam berenang, sungai yang deras pun tidak menjadi masalah bagi sang katak, dia menunjukan beberapa gerakan gerakan berenang yang sangat baik bagi sang kura kura kecil.
"baiklah nak lebih baik kamu belajar tidak disungai ini karena sungai ini sangatlah deras alirannya, aku takut kamu akan hanyut terbawa arus sungai ini" ucap katak pada cucu kura kura
"hmmm aku pun bisa kok berenang disungai ini" ucapnya pada sang katak dengan sombong.
"jangan, sungai ini berbahaya bagi pemula" ucap katak mulai cemas.
namun kecemasan katak tidak dihiraukan oleh cucu kura kura yang sombong itu, dia pun langsung melompat kedalam sungai, dan benar saja ucapan katak, cucu kura kura pun terbawa arus yang sangat deras, walaupun sungainya kecil tapi arusnya sangatlah deras bagi cucu kura kura.
"tolllllllooooooooong, kakek tolong aku" teriak cucu kura kura.
"brrrruuuuuussssh" katak langsung menceburkan diri kesungai dan berenang mengejar cucu kura kura yang terbawa arus.
"kayuh nak, kayuh gerakan kaki mu seperti miliku"ucap sang katak pada cucu kura kura.
pada awalnya cucu kura kura tidak menghiraukan ucapan katak, dia pun terus terbawa arus sungai.
"ayo nak ikuti aku,lihat aku bisa berenang melawan arus ini, ayoo" ajak katak pada cucu kura kura lagi.
dan kali ini cucu kura kura mencoba untuk mendengarkan katak, dia berusaha untuk menggerakan kakinya seperti sang katak,pada awalnya cucu kura kura hanya bergerak sedikit, namun setelah dia berusaha untuk mencontoh gerakan sang katak lagi, dia mulai melaju dan melawan derasnya arus.
"aaah, aku bergerak katak, aku bergerak" ucapnya pada katak
"baguss, nah lanjutkan terus seperti itu" ucap katak pada cucu kura kura
"sekarang coba gerakan tangan mu seperti ku,lihat dan perhatikan" ucap katak sambil memperagakan gerakannya lagi pada cucu kura kura
"baik katak aku akan coba" ujar cucu kura kura
Cucu kura kura pun menggerakan tangannya seperti katak, setelah mencoba beberapa kali, cucu kura kura pun melaju lebih cepat dibanding pada saat dia menggunakan kakinya saja,dia melaju dengan kencang melawan arus.
"aku bisa aku bisa" ujar cucu kura kura dengan riang kepada katak.
"baiklah jika kau mulai lancar berenang, ayo kita kembali kerumahku, kakekmu pasti sudah sangat resah menunggumu" ajak katak pada cucu kura kura.
"iya katak ayo" ucap cucu kura kura.
Mereka pun berenang menuju rumah katak,dan sesampainya dirumah katak terlihat sang kakek dengan bangganya melihat cucu kura kura sudah bisa berenang.
"bagaimana cucuku, gurumu ini hebat kan??" tanya sang kakek.
"iya kek, beliau handal sekali berenang, lihat aku aku sudah pandai berenang berkatnya" ucap sang cucu pada kakeknya.
"itu berkat kamu juga nak yang mau berusaha" ucap sang katak bijak pada cucu kura kura
Setelah beberapa saat bercakap cakap kakek kura kura pun memutuskan untuk pulang bersama cucunya.
"katak kawanku terimakasih telah mengajarkan cucu ku ini untuk berenang" ucap sang kakek
"sama- sama kawan, kau hati hati dijalan saat pulang nanti"ujar sang katak.
"aku mau meminta maaf padamu guru,aku sudah tidak sopan dengan tidak mempercayaimu, dan sudah meremehkan caramu mengajariku"ujar cucu kura kura pada katak.
"tidak apa-apa nak, kamu terus lah belajar sampai bisa berenang dengan hebat seperti kakekmu yang sudah melintasi lautan dan samudra" ucap katak pada cucu kura kura
mereka pun berpisah, kura kura dan cucunya kembali ke danau dan katak pun mulai kembali kepada sarangnya.









                                                                   -Tamat-
Read more

Dongeng anak terbaru :: Gara-Gara Banjir

Disebuah desa yang sangat tentram, dan terlihat di dekat jalan kucing dengan bulu yang sangat tebal dan berwarna putih sedang berjalan jalan,dia nampak bahagia saat berjalan jalan,lalu disaat jalan jalannya itu dia pun terhenti dan menoleh kearah sawah yang sedang dibajak oleh kerbau,
"hei kerbau sedang apa kamu??" Tanya sang kucing pada sang kerbau.
"hai kucing aku sedang membantu pak tani membajak sawah" jawab kerbau
"wooooh semangat ya kawan" teriak kucing pada kerbau
"hahha siap bos, kamu mau kemana?" tanya kerbau
"aku mau jalan jalan ke desa,mau bertemu kambing dan kelinci disana" ujar kucing.
"baiklah kalau begitu nanti aku pun akan ikut kesana,sesudah aku membantu pak tani" ujar kerbau pada kucing
"ok, Kerbau kutunggu kamu disana, sampai jumpa" ujar kucing
"baiklah kawan, hati hati" kerbau membalas.
Setelah kucing berbincang dengan kerbau dia pun melanjutkan jalan jalannya,diperjalanannya dia dikejutkan dengan kambing yang sedang memakan rumput,kucing kaget karena kambing hampir saja memakan plastik bekas snack yang warga buang.
"Kambiiiiiiiiing, kambiiiiiiiiiiing" Teriak kucing pada kambing.
"ada apa kucing kamu berteriak teriak" Jawab Kambing
Read more

dongeng anak:: Monyet rakus dan Penyu

ilustrasi monyet dan penyu
Disuatu hutan nan indah terdapat monyet yang sengan sekali makan, dia bergelantunga dari satu pohon ke pohon yang lain, dia makan dan terus makan,sampai suatu ketika pohon di hutan tersebut mulai habis buahnya karena monyet itu memakan semuanya sampai habis.
Ketika semua buah sudah habis monyet pun mulai menyadari kesalahannya, dia pun mulai bergelantugan kesana kesini, dari ujung hutan sampai ujung lainnya, namun dia tidak mendapatkan buah sama sekali, dia pun mulai kebingungan, dan dia pun turun dari pohon dan mulai bertanya kepada hewan hewan lain, mungkin saja hewan yang lain mau membagi persediaan makanan yang mereka miliki, namun naas sekali nasib sang monyet, penduduk hutan yang lain tidak ada yang mau berbagi dengannya, karena mereka tahu kalau sang monyet ini rakus dan takut akan menghabiskan persediaan makanan mereka.
Read more

Jangan suka Berbohong

Disuatu hutan nan jauh disana, terdapat beberapa hewan rimba yang sedang berkumpul dan berbincang bincang, diantaranya monyet, kelinci, kerbau dan juga burung, mereka sedang saling mengobrolkan kehidupan mereka sehari hari.
Kelinci berkata " kalian tahu tidak, kalau di rawa itu buayanya banyak sekali, kemarin aku berjalan kesana,mereka mengejarku sampai ke dekat rumahku dan mau melahap ku"
"Benarkah itu Kelinci???"tanya Kerbau.
"Iya Kerbau, sungguh menakutkan hari itu" ujar Kelinci.
Lalu yang lain pun mulai membicarakan tentang buaya yang ada di rawa,termasuk monyet dan burung pun mulai ikut membicarakan tentang buaya.
"Tapi sejujurnya walaupun mereka itu ganas hanya ketika lapar saja kelinci, aku pun kemarin diam di atas pohon dekat rawa mereka tidak mengganggu ku, malah mereka menyapa ku" ujar burung.
"menyapa??benarkah itu??" tanya kelinci
"sejujurnya kini aku takut kalau mau pulang melewati rawa, aku takut mereka akan memangsaku" ujar kelinci
"iya, tapi itu pun kalau mereka sudah kenyang"ujar burung lagi.
"masa sih???aku kemarin mendekati mereka baik baik saja tuh" ujar monyet dengan sombongnya
"hah????sungguh kamu mendekati mereka monyet??" tanya kelinci.
"iya kelinci, aku bawakan mereka pisang dan aku berikan pada mereka sampai kenyang, hingga mereka susah bergerak, apalagi mengejarku hahahahaha" bual sang monyet pada yang lain
"Aku pikir mereka hanya makan daging nyet??" timpah Kerbau.
"Bodoh kamu kerbau, mereka memakan pisang yang aku berikan" jawab monyet.
Read more

KIsah Ulat, Capung dan Lebah

Disuatu lembah nan indah yang penuh dengan hamparan bunga bunga yang tersebar di lembah itu, hiduplah seekor ulat yang sedang berjalan jalan diatas daun ke daun untuk mecari makan, yap dia sedang mencari pucuk bunga yang sangat dia sukai.
Dia berjalan dari daun ke daun dengan riang dan gembira,namun suaranya nyanyian dan rasa riang sang ulat pun mulai terhenti ketika dia mencapai bunga yang dia sukai,ternyata pucuk daun bunga itu sangatlah jauh sekali, dia pun terdiam dan berjalan mengintari bunga tersebut, sambil memikirkan bagaimana dia bisa mencapai pucuk bunga tersebut, namun tidak satupun ide yang terkumpul di benaknya, lalu dia pun berusaha untuk memanjat bunga itu,"huffff huffff, aduh tinggi sekali bunga ini,, mana perutku sudah keroncongan".
Disaat sang ulat sedang memanjat bunga tersebut ada seekor capung yang sedang memperhatikan sang ulat yang sedang berusaha dengan keras memanjat bunga tersebut, dan capung itu pun menghampiri sang ulat,
"kamu mau manjat ke atas ulat??,mau aku bantu, naiklah ke punggung ku akan ku antarku ke atas pucuk bunga ini, ujar capung itu.
Read more

Siapa paling kuat

Di sebuah ladang milik Pak Tani, terdapatlah Kerbau, Kambing dan Semut yang sedang berbincang dan mengobrol di saat itu.

"Mbing, Mut kalian tahu gak kalau aku sering sekali mengangkut Pak Tani kalau akan pergi ke Ladang?" tanya Kerbau pada Kambing dan Semut.
"Tahu kok, Kerbau. Kamu memang sangat kuat bisa mengangkut Pak Tani bila pergi ke Ladang." seru Kambing.
"Memangnya kenapa kamu bicara seperti itu Kerbau?" semut ikut bertanya.
Dengan bangganya, Kerbau menjawab, "Yah, aku hanya ingin memberitahu saja, Mut, kalau aku ini kuat!"
"Oooh begitu." jawab semut, nampak tak tertarik.
Read more